Pertemuan 6
Nama: Amelia Nova Safitri
NRP: 5025231041
Prototype dengan Metodologi Waterfall
Untuk membuat prototipe solusi sistem inventaris berbasis web menggunakan metodologi Waterfall dan Object-Oriented Analysis and Design (OOAD), berikut adalah langkah-langkahnya:
I. Tahap Analisis (Analysis)
Pada tahap ini,
kita akan mengidentifikasi kebutuhan dari sistem inventaris yang diinginkan.
Berdasarkan penelitian sebelumnya, berikut adalah beberapa kebutuhan yang harus
dipenuhi oleh sistem:
a)
Kebutuhan Fungsional:
1)
Login: Sistem harus memiliki fitur login untuk
memastikan hanya pengguna terdaftar yang dapat mengakses.
2)
Pengelolaan Pegawai: Admin dapat menambah,
mengubah, dan menghapus data pegawai.
3)
Pengelolaan Barang: Admin dan operator dapat
menambah, mengubah, menghapus, serta melihat data barang inventaris.
4)
Pengelolaan Distributor dan Merk: Operator dapat
mengelola data distributor dan merk.
5)
Pembuatan Laporan: Sistem dapat membuat laporan
inventaris secara otomatis dan dapat diunduh dalam format Excel atau dicetak.
b)
Kebutuhan Non-Fungsional:
1)
Keamanan Data: Data harus disimpan dalam
database yang aman dan terlindungi dari akses yang tidak sah.
2)
Aksesibilitas: Sistem dapat diakses melalui web
browser dengan tampilan yang user-friendly.
II. Tahap Desain (Design)
Pada tahap ini,
kita akan mendesain struktur sistem menggunakan UML (Unified Modeling
Language) untuk mendokumentasikan kebutuhan sistem dan interaksi antar
komponen.
a.
Use Case Diagram
Berikut adalah gambaran Use Case Diagram dari sistem
inventaris barang:
-
Aktor: Admin dan Operator.
-
Use Case: Login, Logout, Kelola Pegawai, Kelola
Barang, Kelola Distributor, Kelola Merk, Print Laporan, etc.
b.
Class Diagram
Pada Class Diagram, kita akan mendesain struktur kelas
yang merepresentasikan entitas dalam sistem.
c.
Activity Diagram
Menggambarkan alur dari proses pengelolaan barang
inventaris:
Mulai -> Login -> Kelola Barang ->
Tambah/Ubah/Hapus Barang -> Simpan ke Database -> Cetak Laporan ->
Selesai
III. Tahap Pengkodean (Coding)
Pada tahap ini,
kita mulai mengimplementasikan sistem dalam kode. Contoh berikut menggunakan PHP
dan MySQL untuk backend, serta HTML/CSS untuk frontend:
a.
Struktur Database:
Buat struktur database menggunakan SQL:
b. Contoh Implementasi Login (PHP):
c.
Contoh Tampilan Pengelolaan Barang (HTML/CSS):
IV. Tahap Pengujian (Testing)
Pada tahap ini,
kita akan menguji sistem untuk memastikan fungsionalitas berjalan dengan baik.
Pengujian meliputi:
-
Unit Testing: Menguji fungsi-fungsi individu
(misalnya login, tambah barang).
-
Integration Testing: Menguji bagaimana
modul-modul berinteraksi satu sama lain.
-
User Acceptance Testing (UAT): Memastikan sistem
sesuai dengan kebutuhan pengguna.
V. Tahap Pemeliharaan (Maintenance)
Setelah sistem
diimplementasikan, pemeliharaan dilakukan secara berkelanjutan untuk memastikan
kinerja sistem tetap optimal. Jika ada bug atau masalah keamanan, sistem
diperbarui dengan patch dan perbaikan.
VI. Prototipe Tampilan (Mockup)
Buat mockup desain antarmuka
menggunakan tools seperti Figma atau Adobe XD untuk memberikan gambaran kepada
pengguna. Misalnya, tampilan halaman login, dashboard, dan halaman pengelolaan
barang.
VII. Kesimpulan
Dengan menerapkan metode Waterfall,
prototipe solusi untuk sistem inventaris barang ini dirancang secara bertahap,
mulai dari analisis kebutuhan, desain sistem, pengkodean, hingga pengujian.
Pendekatan Object-Oriented dalam desain memungkinkan fleksibilitas dan
modularitas, sehingga sistem mudah dikembangkan dan dipelihara di masa depan.
sumber: https://journal.irpi.or.id/index.php/ijirse/article/download/49/21




Komentar
Posting Komentar